MASALAH-MASLAH LAYANAN TRANSPORTASI SEKOLAH

Maslah-masalah yang dihadapi layanan transportasi sekolah penekanannya pada empat kriteria yaitu:

  1. Keselamatan

Keselamatan ini sebagian merupakan masalah pendidikan dan sebagainya merupakan masalah kondisi bus-bus sekolah yang melayani pengangkutan anak-anak. Anak-anak pada umunya sembrono dan kerap kali lupa terhadap bahaya. Dengan adanya hal tersebut maka salah satu tugas dari pimpinan sekolah adalah menanamkan kebiasaan keselamatan pada murid-murid.

Oleh karena itu beberapa gambar atau tanda harus diberikan dan dilatih pada anak-anak oleh yang berwenang. Menangani anak-anak lewat aturan atau anjuran sesungguhnya merupakan salah satu jalan yang efektif meendidik anak-anak untuk hati-hati.

Beberapa penyebab kecelakaan bus adalah:

  • Kurangnya pengalaman mengemudi dari para pengemudi bus.
  • Melampaui batas kecepatan.
  • Mengemudi tidak hati-hati.
  • Kurangnya koordinasi para pengemudi bus
  • Keengganan untuk memikul tanggungjawab
  • Kurangnya fisik seperti penglihatan mata yang kurang baik
  • Pengaruh minum sebelum mengemudi
  • Tergesa-gesa terhadap route yang komplet
  • Tidak tahu kan aturan-aturan
  • Sulit dalam mengawasi anak-anak
  • Menganggap bahwa bus sekolah pada jalur yang benar

 

Hal-hal yang tidak aman dilakukan oleh pengemudi bus yaitu:

  • Kadang-kadang mereka memburu anak-anak untuk keluar dari bus
  • Mereka membiarkan anak-anak membuka pintu bus sebelum berhenti
  • Mereka membiarkan pintu bus terbuka karena cuaca yang panas
  • Mereka tinggal pergi sebelum anak-anak telah menyebrangi jalan
  • Mereka menghentikan bus menyebabkan anak-anak masuk selokan

 

  1. Ekonomi

Dari kriteria ekonomi, kepala sekolah hanay dapat mnyarankan kepada pengawas wilayah agar dilakukan penghematan. Pngehmatan dapat terwujud bila route-route bus dirubah, mengatur daftar rencana perjalanan atau menganalisa secara ekonomis dibuat perbandingan bila menggunakan bus milik sekolah untuk rencana kontrak. Jika kepala sekolah menanggapi informasi ini secara baik pada transportasi murid maka hal ini akan terlihat dari kebijaksanaan-kebijaksanaan transportasi yang dipertimbangkan. Dalam membuat sutu proposal untuk perbaikan, ia akan hati-hati memegang dalam wilayah yang ditetapkan baginya sebagai kepala sekolah.

Dengan kata lain, ia tidak akan memikul tanggungjawab, termasuk pengawas sekolah atau beberapa petugas administrasi lain di kantor. Untungnya mereka tidak melanggar sesuatu yang prinsip yang menyangkut etika dalam membantu menjadikan transportasi bus sekolah sebagai usaha ekonomis di mana keadaan mengijinkan.

 

  1. Kecukupan

Pelayanan bus sekolah adalah cukup bila dihubungkan dengan perbandingan murid-murid sekolah yang tinggal melebihi jarak satu mil dari sekolah dimana transportasi disediakan. Ketentuan ini berbeda-beda secara luas dalam suatu aturan wajib belajar, diaman ada pengecualian bagi murid-murid yang tinggal dengan satu jarak tertentu dari suatu sekolah umum. Beberapa ketentuan menyatakan 3 mil di luar batas pinggir dan pengecualiannya bila ada murid-murid yang tinggal melebihi radius ini diangkut dengan biaya umum, mereka bebas dari aturan tersebut.

Satu ukuran lagiyang dapat diambil nilainya, bukan hanya menyangkut transportasi yang disediakan, tetapi apa kualitas transportasi yang disediakan itu. Tempat duduk harus sesuai dengan jumlah murid yang dibawa. Tidak diperbolehkan ada orang yang berdiri. Dalam ketentuan kapasitas tempat duduk maksimum dari sebuah bus, 15 inci panjangnya untuk murid sekolah menengah atas dan 13 inci untuk murid sekolah rendah.

Tidak ada ketentuan (eksklusif) akan dibuat transportasi dalam bus lebih dari 58 murid untuk murid sekolah menengah rendah yang akan dibawa, kecuali ada ijin khusus dari pihak yang berwenang.

Parakepala sekolah membutuhkan kesiagaan menunjang kemajuan yang dicapai dalam mebakukan bus sekolah sesuai dengan perintah administrasi dan petunjuk operasi pengangkutannya. Selain itu, tugas lainnya yaitu menjelaskan pada orang tua untuk membayar pajak sebagai suatu ukuran betapa pentingnya keselamatan dan kesenangan murid. Hal ini harus diperhatikan oleh kepala sekolah.

 

  1. Efisiensi

Efisiensi merupakan salah satu criteria yang lain yang semestinya diterapkan dalam mengevaluasi transportasi murid. Adalah merupakan criteria efisiensi hal keluarnya route bus dalam kaitannya dengan waktu dan keselamatan yakni tempat stasiun muatan, menggunakan bus-bus pada hari sekolah untuk jalan-jalan dan pesiar, mengawasi anak-anak dalam bus dan dalam hal penyiapan laporan-laporan pengemudi, laporan kecelakaan dan laporan-laporan kepala sekolah  ke kantor pusat.

Kepala sekolah akan membagi tugas terlebih dahulu, walaupun fungsi pengawasannya relative kecil smelebihi beberapa bagian kecil yang disebut. Ia harus memberikan informasi ketepatgunaan yang secara umum dari pelayanan yang ada. Kewenangan dalam bidang transportasi bus sekolah yang menganjurkan kepala sekolah melaporkan sekali seminggu terhadap pengawas-pengawas sekolah. Laporan itu akan berisi data untuk setiap bus sekolah yang digunakan dalam mengangkut anak-anak, jumlah jarak yang ditempuh dalam perjalanan, perubahan dalam perencanaan bus dan komentar terhadap sifat pelayanan yang dibuat. Kepala sekolah mendapatkan instruksi setiap bus melayani sekolahnya pada route yang biasa pada sewaktu-waktu sebagaimana ditentukan.

TUJUAN TRANSPORTASI SEKOLAH

Tujuan utama dari pelayanan transportasi sekolah yaitu membawa siswa ked an dari sekolah. Transportasi juga dimaksudkan untuk kegiatan karya wisata, atau mengangkut siswa dalam kegiatan ko-kurikuler, antara lain atletik, music, dan dramatic yang merupakan satu tujuan yang terintegrasi.

Menurut Smith Atkinson, tujuan transportasi yaitu:

  • Untuk memberikan layanan transportasi bagi seluruh siswa, karena alas an jarak antara sekolah dan rumah.
  • Untuk melengkapi kemungkinan keamanan transportasi.
  • Untuk transportasi kemungkinan dengan program instruksional
  • Untuk menciptakan kondisi yang lebih positif, baik mental, moral, dan fisik dari siswa.
  • Pengoperan transportasi agar dapat diperoleh efisiensi dan ekonomis.
  • Menunjukkan simpati masyarakat bahwa transportasi dimaksudkan untuk keamanan, efisiensi dan merupakan yang terstandar.

PENGERTIAN TRANSPORTASI SEKOLAH

Pelayanan transportasi sekolah pada prinsipnya sama dengan pelayanan khusus lainnya, yakni penyediaan fasilitas guna mencapai tujuan pendidikan. Hanay bidang yang digarap dan fasilitasnya berbeda.

Transportasi sekolah dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan angkutan untuk personel sekolah (siswa dan staf sekolah) baik ked an dari sekolah. Atau lebih banyak dikenal dengan istilah kegiatan antar jemput bagi personel sekolah. Karena ada kemungkinan, antar jemput murid sekaligus untuk para pegawainya. Namun dengan demikian tidak mengurangi arti transportasi yang sebenarnya.

PELAYANAN KESEHATAN SEKOLAH

Sekolah didirikan untuk memberikan pengalaman belajar yang akan dapat mengembangkan pengetahuan, kecakapan, kebiasaan-kebiasaan, sikap, kekuatan fisik dan mental, kepribadian dan kareakter seperti yang diharapkan seorang warga negara yang baik. Hal ini tentunya salah satu hal yang sangat penting untuk memungkinkan perkembangan pribadi anak dalam arti yang seluas-luasnya yaitu kesehatan dan kesejahteraan anak. Oleh karena itu guru sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap kemajuan dari kesehatan dan kesejahteraan murid-muridnya. Dan suatu program sekolah yang efektif harus didasarkan pada kesediaan untuk menerima program kesehatan didalam pendidikan umum, yang diarahkan pada pemecahan masalah-masalah kesehatan yang sekarang ada serta disusun secara logis berdasarkan prinsip-prinsip kesehatan dan pendidikan.

Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

  1. Pengadaan

Pengadaan meliputi ruangan perpustakaan, perlengkapan perpustakaan, koleksi perpustakaan.

  1. Ruangan Perpustakaan

Dapat dibuat secara permanen atau semi permanen. Gedung permanen adalah ruangan perpustakaan yang dibuat khusus untuk perpustakaan, sedangkan gedung semi permanen adalah gedung perpustakaan yang tidak didesain untuk perpustakaan.

 

Read the rest of this entry

Fungsi Perpustakaan

Peter Platt dalam bukunya “Libraries n colleges of Education” mengatakan bahwa fungsi perpustakaan adalah :

  1. Menyediakan buku, majalah, dan bahan lain yang diperlukan oleh para siswa atau mahasiswa untuk kegiatan belajar.
  2. Menyediakan bahan penunjang dalam pengajaran dan penelitian oleh pengajar untuk mata pelajaran yang diajarkannya.
  3. Memenuhi keperluan yang lebih khusus yang disebabkan oleh kekhususan perguruan tinggi, bahan yang diperlukan mahasiswa dalam praktek keguruan dan penelitian.
  4. Menyediakan bahan bacaan seperti buku dan majalah yang sifatnya lebih luas untuk mengembangkan hoby dan bahan hiburan.
  5. Membantu mahasiswa berkenalan dengan literature anak-anak serta memberikan pengarahan dalam pengembangan perpustakaan sekolah.
  6. Membantu mahasiswa untuk keperluannya memperoleh informasi tentang daerah, statistik, alamat serta bahan yang mereka perlukan.
  7. Sebagai penghubung dengan perpustakaan lain.
  8.  Member kesempatan kepada mahasiswa agar dapat berlatih menggunakan buku perpustakaan sebagai modal dalam melaksanakan tugasnya.
  9. Membuat buku pedoman perpustakaan, daftar bacaan untuk mata kuliah tertentu dan mengadakan pameran koleksi perpustakaan.

 

Read the rest of this entry

Pengertian Perpustakaan

Perpustakaan berasal dari pustaka dalam bahasa Jawa Kawi yang berarti buku, naskah, karya tulis. Perpustakaan berarti dibukukan, ditulis. Pustaka mendapat awalan per dan akhiran an yang berarti tempat atau kumpulan.

Perpustakaan dalam bahasa inggris disebut library, yang berasal dari kata liber atau libri (latin) yang berarti kulit dari batang pohon dibawah kulit luar, kitab atau risalah. Veterum libri adalah kitab-kitab klasik.

Banyak pendapat tentang perpustakaan atau library, tetapi dalam prinsipnya mempunyai arti yang sama. Dalam Encyclopedia

Read the rest of this entry

Prinsip-prinsip kafetaria di sekolah


  1. Kafetaria sekolah harus tidak dipandang sebagai suatu usaha penciptaan keuntungan di sekolah
  2. Harga makanan dan minuman harus dapat dijangkau oleh siswa
  3. Penyajian dan pelayanan makanan harus memadai dan cepat
  4. Memberikan kebijaksanaan keuangan dapat mendorong berkembangnya program kafetaria, karena dapat menarik pembeli
  5. Program kafetaria harus menyeimbangkan antara kapasitas makanan, harga dan gizi.

 

Tujuan dan Fungsi kafetaria

Menyajikan fasilitas kafetaria untuk memantu program sekolah secara menyeluruh. Kafetaria ing dan merupakan bagian yang internal dari program pendidikan di sekolah. sekolah harus dapat menggunakan kafetaria sebagai suatu upaya sekolah yang sangat bernilai bagi tujuan sekolah seperti kesehatan, efektifitas sosial, efisiensi ekonomi dan apresiasi keindahan. Warga sekolah harus mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam belajar dalam belajar secara tidak efektif di dalam kafetaria.

Menurut William H. Roe menyebutkan adanya sejumlah kenungkianan pendidikan untuk layanan makanan atau masakan di sekolah-sekolah antara lain :

  1. Memberiakn kesempatan kepada murid untuk belajar memilih makanan yang sehat Read the rest of this entry

Pengertian Kantin

Banyak sekolah menghadapi kesulitan mengatur kedisipilan siswanya untuk menepati waktu pelajaran dikarenakan siswa harus membeli makanan / minuman diluar sekolah. Untuk memperoleh makanan yang sehat dan bersih serta layanan yang baik guna menciptakan pikiran dan konsentrasi siswa / petugas sekolah yang lain, merupakan permasalahan yang harus dipecahkan oleh sekolah berkenaan dengan ini keberadaan kafetaria disekolah merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan yang ada disekolah.

Kafetaria merupakan pelayanan khusus yang menyediakan makanan dan minuman untuk para siswa dan staf sekolah lainnya. Dengan harapan siswa tidak akan keluar komplek sekolah selama waktu istirahat.