PERKEMBANGAN ASRAMA DALAM SEJARAH PENDIDIKAN

Menurut Prof. JF. Tahalele, perkembangan asrama dalam sejarah pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:

Dalam zaman mesir purba, kasta yang snagat berkuasa ialah kasta pendeta. Pusat-pusat pendidikan calon pendeta disebut sekolah kuil dan merupakan pusat kuliah yang teratur. Seluruh organisasi kuil disebut kesatuan rumah sejati. Disamping sekolah kuil ada juga asrama bagi pengajar, dimana penghuni asrama sebagian besar terdiri dari pendeta-pendeta. Ada juga asrama bagi para pelajarnya.

Dalam perkembangan “Indonesische Nederlandse School” di kayutanam, Moh. Syafe’i juga membangun asrama yang cukup besar untuk menampung 300 murid, ruang makan, dan dapurnya, restoran, lapangan tenis, taman bacaan, tempat bersenam dan lain-lain. Bagaimana Moh. Syafe’I memperoleh biaya untuk membiayai semua usaha itu? Semboyan yang digunakan Moh. Syafe’I adalah Carilah dan Usahalah sendiri, misalnya melalui mengadakan bazaar atau pasar derma.

Ki hajar dewantara dengan sistem amongnya dalam pelaksanaan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa, menganjurkan supaya segala sesuatu harus didasarkan atas kekuatan sendiri. Itulah system hidup atas kakinya sendiri. Berkenaan dengan system among, maka diadakan pondok asrama. Wujudnya sebuah gedung untuk berguru dan bertempat tinggal guru dan siswa.

Pondok Modern Gontor (Ponorogo)

Pondok ini diselenggarakan dengan menggunakan cara-cara mendidik dan belajar menurut system modern. Semua pelajar berdiam di asrama  gedung sekolah (yang dilengkapi dengan aula besar untuk segala kepentingan pertemuan para pelajar/santri) prinsip self government juga diterapkan disini, dimana para pelajar mengorganisir sendiri perkumpulan yang terdiri dari bagian-bagian olahraga, kesenian, kesehatan, keagamaan, kepramukaan, pelajaran, penerangan dan sebagainya.

Dari uraian di atas, maka perkembangan asrama tidak bisan terlepas dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Murid-murid yang ditampung di asrama, dididik dalam suasana kekeluargaan, yang berguna sekali bagi hidup mereka selanjutnya di dalam masyarakat kemudian hari.

About anandaamin

usaha berdo'a dan tawakal memberi dan tdk mengharap menerima

Posted on Juni 4, 2012, in bidang - bidang manajemen layanan khusus, Layanan Asrama Sekolah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: