PENGALAMAN BELAJAR YANG PERLU DIKEMBANGKAN DI ASRAMA

Piet A. Sahertian mengemukakan bahwa dalam menyusun pengalaman belajar bagi kehidupan di asrama, perlu adanya “standar performance” yaitu sebagai berikut:

v  Bahwa subjek didik adalah merupakan pelaku aktif yang harus selalu mengusahakan keselarasan, keseimbangan dan keserasian dalam hubungan dengan dirinya dan lingkungannya.

v  Bahwa ada kemungkinan untuk berbuat baik, karena setiap orang mempunyai kata hati.

v  Bahwa perlu membina manusia agar mereka mampu berdiri sendiri atas tanggung jawab sendiri.

v  Bahwa perlu hidup ini berada dalam konteks kebersamaan dalam keperbedaan.

Dari standar tersebut, maka dapatlah sisusun sejumlah pengalaman belajar yang dapat ditransformasikan dan diaktualisasikan dalam suatu pembinaan hidup di asrama sekolah. Selanjutya, juga disarankan sejumlah pengalaman belajar yang perlu dikembangkan dalam kehidupan di asrama sebagai berikut:

  • Pembinaan disiplin dan tanggungjawab

Yang diperlu dikemabngkan adalah disiplin yang tibul dari diri sendiri. Kehidupan disiplin dapat disusun berdasarkan dimensi waktu:

v  Pada saat bangun pagi, termasuk saat beribadah

v  Pada saat mengatur tempat tidur serta buku-buku

v  Pada waktu mandi

v  Pada waktu makan

v  Pada waktu belajar bersama

v  Pada waktu menerima tamu

v  Pada waktu istirahat dan tinggalkan asrama

v  Pada saat membersihkan dan pemeliharaan asrama

v  Pada saat menggunakan ruang milik bersama

v  Pada saat realita apresiasi dan kreasi seni

Pembentukan nilai tanggung jawab dan kesediaan dimintai tanggung jawab, perlu juga dikembangkan dalam kehidupan asrama. Oleh karena itu, kegiatan di asrama harus diarahkan kepada pembentuka keberdirian sendirian atas tanggungjawab sendiri. Tanggungjawab mengandung makna yang multidimensial yaitu:

v  Tanggung jawab kepada Tuhan yang Maha Esa

v  Tanggung jawab sesama penghuni asrama

v  Tanggung jawab kepada Pembina

v  Tanggung jawab terhadap orang tua

v  Tanggung jawab terhadap diri sendiri

 

About anandaamin

usaha berdo'a dan tawakal memberi dan tdk mengharap menerima

Posted on Juni 4, 2012, in bidang - bidang manajemen layanan khusus, Layanan Asrama Sekolah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: