KONSEPSI DASAR BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

Kegiatan memberikan nasehat, saran, dan petunjuk merupakan hal yang biasa dilakukan oleh guru kepada muridnya, orang tua kepada anak-anaknya dalam memecahkan masalah atau menentukan pilihan dan pengambilan keputusan. Bimbingan dan penyuluhan saat ini dirasakan penting dalam berbagai kehidupan dirmah, sekolah, lembaga.

1. Pengertian Bimbingan

Menurut Year Book of Education (1955) menyatakan bahwa : bimbingan merupakan suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.

Menurut Miller  menyatakan bahwa : bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri secara maksimum kepada kepala sekolah, keluarga, serta masyarakat.

Dapat disimpulkan bahwa :

  1. Bimbingan berarti bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang memerlukannya. Tapi dalam hal ini pembimbing sama sekali tidak ikut menentukan pilihan atau keputusan dari orang yang dibimbingnya. Yang menentukan pilihan atau keputusan adalah individu sendiri.
  2. Bantuan (bimbingan) tersebut diberikan kepada setiap orang. Namun dipriortaskan kepada individu yang benar-benar membutuhkan.
  3. Bimbingan merupakan proses yang kontinu (bimbingan tidak diberikan hanya sewaktu-wajtu saja /kebetulan namun harus dilakukan tersus menerus, sistematis, terencana dan terarah sesuai tujuan)
  4. Bimbingan atau bantuan diberikan agar individu dapat mengembangkan dirinya semaksimal mungkin.
  5. Bimbingan diberikan agar individu dapat menyesuaikan diri secara harmonis dengan lingkungannya (lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat)

Dengan penerapan yang ada di sekolah, definisi tersebut menuntut adanya hal-hal sebagai berikut yaitu :

  1. Adanya organisasi bimbingan dimana adanya pembagian tugas, peran dan tangung jawab yang tegas diantara petugas.
  2. Adanya program untuk melaksanakan :
  • Melaksanakan penelitian yang mendalam tentang diri murid-murid
  • Melaksanakan penelitian tentang kesempatan-kesempatan yang ada. Misalnya : kesempatan pendidikan, pekerjaan.
  • Kesempatan murid untuk mendapatkan bimbingan dan penyuluhan
  1. Adanya personil yang terlatih untuk melaksanakan program-program tersebut serta melibatkan seluruh staf sekolah.
  2. Adanya fasilitas yang memadai, baik fisik maupun non fisik (suasana, sikap)
  3. Adanya kerja sama yang sebaik-baiknya  antara sekolah dan keluarga, lembaga di masyarakat baik pemerintan dan non pemerintah.

2. Hubungan Bimbingan Dengan Penyuluhan

Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat dan merupakan kegiatan yang integral. Dalam praktek sehari-hari istilah bimbingan selalu di gandengkan dengan istilah penyuluhan.

Menurut  Rogers,  mendefinisan penyuluhan yaitu : “ penyuluhan adalah serangkaian kontak tau hubungan langsung dengan individu dengan tujuan memberikan bantuan kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.

Menurut Mortensen, mendefinisikan konseling yaitu : “suatu proses hubungan seseorang dengan seseorang dimanayang seorang bantu oleh yang lainnya untuk menemukan masalahnya.

Bimbingan dan penyuluhan memiliki hubungan yang sangat erat. Bimbingan tanpa penyuluhan ibarat pendidikan tanpa pengajaran atau perawatan tanpa pengobatan. Kalaupun ada perbedaan diantara keduanya hanyalah terletak pada tingkatannya.

3. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Penyuluhan

Beberapa prinsip yang dapat dijadikan pertimbangan agar pelaksanaan program bimbingan disekolah dapat efektif yaitu :

  1. Bimbingan hendaknya didasarkan pada suatu konsep yang benar tentang individu dan didasarkan atas pengakuan akan kemuliaan, kehormatan, dan keindividuannya.
  2. Bimbingan harus memperhitungkan tujuan murid, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Bimbingan berorientasi  pada kooperasi dan bukan pada paksaan.
  4. Bimbingan sangat menaruh perhatian pada usaha murid, sikap dan keinginannya untuk berhasil.
  5. Bimbingan adalah suatu proses yang berkesinambungan
  6. Bimbingan terdiri atas serangkaian pelayanan suplementer yang didasarkan atas saling mempercayai dan pengertian bersama.
  7. Suatu program bimbingan yang efektif membutuhkan personil yang mendapatkan latihan dan persiapan serta pendidikan secara khusus.

 

 

 

About anandaamin

usaha berdo'a dan tawakal memberi dan tdk mengharap menerima

Posted on Juni 4, 2012, in bidang - bidang manajemen layanan khusus, layanan bimbingan dan konseling disekolah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: